Laman

MENGASAH PEDULI, MERAJUT OPINI
www.subusadipun.blogspot.com - - www.subusadipun.blogspot.com - - www.subusadipun.blogspot.com - - www.subusadipun.blogspot.com - - www.subusadipun.blogspot.com - - www.subusadipun.blogspot.com - - www.subusadipun.blogspot.com - - www.subusadipun.blogspot.com - - www.subusadipun.blogspot.com - - www.subusadipun.blogspot.com - - www.subusadipun.blogspot.com - - www.subusadipun.blogspot.com - - www.subusadipun.blogspot.com - - www.subusadipun.blogspot.com - - www.subusadipun.blogspot.com - Selamat Datang di BLOG kami - www.subusadipun.blogspot.com

Senin, 23 Maret 2026

MOMENTUM PRAPASKAH - PASKAH 2026

 

PRAPASKAH -- Masa retret agung Prapaskah adalah masa puasa, pantang, dan Tindakan amal kasih, masa retret/undur diri demi mendekat kepada Allah.



RABU ABU

18 Februari 2026 - Hari pertama Masa Prapaskah, yang menandai masa tobat 40 hari sebelum Paskah.

MINGGU LAETARE

15 Maret 2026 - Gereja mengajak kita untuk bersuka cita, mensyukuri kebaikan dan kerahiman Allah.

MINGGU PALMA

29 Maret 2026 - Tanda dimulainya Pekan Suci, yaitu pekan yang pebuh dengan kesengsaraan dan penderitaan.

 KAMIS PUTIH

2 April 2026 - Memperingati Perjamuan Malam terakhir Yesus Bersama para muridNya.

JUMAT AGUNG

3 April 2026 - Yesus diadili dan dijatuhi hukuman mati, disalibkan, wafat, dan dimakamkan.

SABTU SUCI

4 April 2026 - Vigili Paskah -- Yesus turun ke tempat penantian.

HARI RAYA PASKAH

5 April 2026 - Yesus bangkit Kembali dari antara orang mati.



Selasa, 28 April 2020

Antara COVID-19 dan Penutupan Laboratorium Fort Detrick di Maryland


TERKAIT pertanyaan publik soal penyebab dan daerah asal virus corona COVID-19. Setidaknya, bisa diamini bakal  berujung memunculkan sejumlah spekulasi menjawabi hal ini.

Dari penelusuran pada berbagai media, semakin menguat bahwa sesungguhnya sumber wabah virus corona SARS-Cov-19 penyebab wabah Covid-19 berasal dari Amerika Serikat. Tepatnya, Laboratorium militer Fort Detrick di Maryland, AS, adalah Institut Penelitian Penyakit Menular yang dikelola Angkatan Darat AS.

Lantas, mengapa Laboratorium Fort Detrick ditutup? Siapa yang merekomendasikan agar ditutup? Apa alasannya?

Pihak yang menutup laboratorium adalah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat. Penutupan dilakukan setelah CDC melakukan inspeksi ke Laboratorium militer Fort Detrick dan menemukan tujuh pelanggaran yang dilakukan. Terdiri dari 3 pelanggaran berstatus serius, 3 sedang, dan 1 rendah.

PADA inspeksi pertama, CDC menemukan pelanggaran serius, dimana ada seorang individu memasuki sebagian ruangan beberapa kali tanpa menggunakan alat pelindung diri. Sementara orang lain di ruangan itu sedang melakukan prosedur dengan primata non-manusia di atas meja necropsy. Hal itu, menurut CDC, bisa mengakibatkan paparan virus lewat aerosol.

CDC kembali temukan pelanggaran serius, pada pengamatan kedua. Disebutkan bahwa laboratorium tidak memastikan pelatihan karyawan diverifikasi dengan benar mengenai bahaya racun dan agen terpilih. Situasi ini dapat meningkatkan risiko terpapar virus ataupun racun dari agen terpilih.

CDC juga melihat seorang pekerja laboratorium tidak mengenakan perlindungan pernapasan yang tepat. Terlihat beberapa kali masuk ke sebuah ruangan di mana primata non-manusia yang terinfeksi “ditempatkan di kandang terbuka.”

Mereka juga mengamati seorang pekerja laboratorium membuang limbah ke tempat sampah biohazardous tanpa mengenakan sarung tangan.

Biohazardous  adalah material infeksi yang berbahaya. Merupakan mikroorganisme, asam nukleat atau protein yang dapat menyebabkan, atau kemungkinan penyebab infeksi, dengan atau tanpa toksisitas, pada manusia atau hewan. Termasuk dalam kelas bahaya ini adalah bakteri, virus, jamur, dan parasit.

Pada pengamatan ketiga, ditingkat keparahan sedang, CDC kembali melihat pekerja tidak mengenakan sarung tangan saat membuang limbah biohazardous. Itu bisa membuat pekerja terinfeksi agen terpilih maupun toksin/racun.

CDC menilai, seharusnya para pekerja telah memperoleh latihan yang memadai dan menyadari bahwa mereka harus selalu mengenakan sarung tangan untuk mencegah paparan bahan berbahaya.

CDC menemukan pelanggaran serius, pada pengamatan keempat. Dalam pengamatan ini, CDC mencatat bahwa USAMRIID “secara sistematis gagal untuk memastikan penerapan biosafety dan prosedur penahanan yang sepadan dengan risiko yang dapat ditimbulkan saat bekerja dengan agen terpilih dan racun berbahaya.”

CDC memergoki ada personel yang membuka pintu sambil mengeluarkan sejumlah besar limbah biohazardous dari ruangan yang bersebelahan. Tindakan ini dinilai sangat berisiko mencemari udara di ruangan lainnya di mana ada orang lain sedang bekerja di sana, dimana biasanya di ruangan itu mereka tidak memakai perlindungan pernapasan.

Pengamatan kelima, terjadi pelanggaran sedang, dimana laboratorium gagal melindungi akses tidak sah terhadap peralatan pelindung pribadi yang dipakai saat mendekontaminasi sesuatu yang terkontaminasi oleh agen terpilih.

Alat pelindung itu diletakkan begitu saja dalam kantong biohazard yang terbuka sehingga memungkinkan diambil seseorang atau bahkan mengontaminasi lingkungan di sekitarnya.

Pada pengamatan keenam dengan pelanggaran sedang, CDC melaporkan bahwa seseorang di lab tidak mempertahankan inventaris toksin yang akurat atau terkini.

Pada pengamatan ketujuh dengan tingkat keparahan rendah, CDC melaporkan bahwa sebuah bangunan di laboratorium Fort Detrick tidak memiliki “permukaan tertutup untuk memudahkan pembersihan dan dekontaminasi.”

Itu termasuk retakan di sekitar kotak saluran, retakan di langit-langit, dan retakan di jahitan di atas lemari pengaman biologis.

Pelanggaran demi pelanggaran yang dilakukan oleh para pekerja di laboratorium Fort Detrick dinilai sangat berisiko, bukan saja terhadap diri mereka tetapi juga terhadap lingkungan yang lebih luas. Apalagi mereka melakukan percobaan-percobaan dengan “agen terpilih” yang sangat berbahaya seperti Ebola, cacar, dan antraks.

CDC akhirnya memutuskan untuk menutup fasilitas penelitian militer tersebut pada bulan Juli 2019.

LANTAS bagaimana mungkin Virus Corona Menyebar dari Wuhan, Tiongkok?
Kecurigaan publik semakin menguat setelah seorang wartawan investigatif AS, Goerge Webb membeberkan bahwa Kasus 0 (Nol) virus corona adalah seorang tentara AS yang pernah mengikuti kompetisi Military World Games di Kota Wuhan, China, pada 18-27 Oktober 2019.

Nama tentara tersebut adalah Maatje Benassi, tentara wanita AS, yang berpartisipasi dalam event olahraga tersebut sebagai pembalap sepeda wanita.

Maatje Benassi memiliki saudara bernama Matthew Benassi yang bekerja di Fort Detrick. Diduga dia terinfeksi dari saudaranya, kemudian virus itu “menumpang” di dalam tubuhnya untuk mencapai Wuhan. Alhasil, virus itu meledak di ibukota Provinsi Hubei, China tengah itu, kemudian menjadi episentrum wabah sebelum menyebar ke seluruh dunia. (*)

▪Edmundus GMS Sadipun | dari berbagai sumber.

Senin, 08 Desember 2014

Jamaika Negeri Asal Musik Reggae

Eksistensi akar musikal reggae tentu berkait erat pula dengan tempat kelahirannya. Jamaika adalah tempat yang mengasali musikal reggae. Kisahnya, Jamaika ditemukan Colombus pada abad ke-15, adalah sebuah pulau yang dihuni suku Indian Arawak. Tersebutlah nama Jamaika, “Xaymaca”  yang diartikan “Pulau hutan dan air”.  

Sejarah mencatat, Kolonialisme Spanyol dan Inggris pada abad ke-16, sukses memusnahkan suku Arawak. Suku Arawak kemudian digantikan oleh ribuan budak belian berkulit hitam yang berasal dari daratan Afrika. Para budak tersebut dipekerjakan pada industri gula dan perkebunan yang berkembang di sana. Sejarah kelam penindasan antar manusia pun dimulai dan berlangsung hingga lebih dari dua abad. Praktek perbudakan dihapus pada tahun 1838, seiring melesunya perdagangan gula dunia.

Kaum budak Afrika tetap memelihara keterikatannya dengan tanah kelahirannya dengan mempertahankan tradisi, itu nampak meskipun ditengah suasana kerja berat dan ancaman penindasan.
Mereka mengisahkan kehidupan di Afrika dengan nyanyian (chant) dan bebunyian (drumming) sederhana. Interaksi dengan kaum majikan yang berasal dari Eropa pun membekaskan produk silang budaya hingga akhirnya menjadi tradisi folk asli Jamaika. Komunitas kulit hitam Jamaica masih merasakan kedekatan dengan tanah leluhur, ini berbeda dengan komunitas kulit hitam di Amerika atau Eropa yang dengan cepatnya meluntur identitas Afrika mereka.

Musik Reggae
Sejarah Musik reggae tercatat  awalnya lahir dari jalanan Getho (perkampungan kaum rastafaria) di Kingson ibu kota Jamaika. Ini pula yang menjadikan gaya rambut gimbal menghiasi para musisi reggae awal maupun lirik lagu reggae sarat dengan muatan ajaran rastafari yakni kebebasan, perdamaian, dan keindahan alam, serta gaya hidup bohemian. Masuknya reggae sebagai salah satu unsur musik dunia juga banyak mempengaruhi musisi dunia lainnya.  Sontak mengakibatkan aliran musik reggae ini menjadi konsumsi publik dunia. Tidak hanya itu, gaya rambut gimbal atau dreadlock serta lirik-lirik ‘rasta’ dalam lagu pun turut menjadi konsumsi publik. Singkat kata, dreadlock dan ajaran rasta telah menjadi produksi pop, menjadi budaya pop, seiring berkembangnya musik reggae sebagai sebuah musik pop.

Musik reggae, sebutan rastaman, telah menjadi satu bentuk subkultur baru di negeri Jamaica, di mana dengannya anak muda menentukan dan menggolongkan dirinya. Di sini, musik reggae menjadi penting sebagai sebuah selera, dan rastaman menjadi sebuah identitas komunal kelompok social tertentu. (*/dari berbagai sumber)

Kamis, 20 November 2014

" Kegaduhan Politik "



“Kegaduhan Politik” ( 1 )

Dentang gaung kegaduhan
kian membahana lewati dinding
Gedung Rakyat

Gaung kegaduhan pun
kian membahana seantero penjuru nusantara


“Kegaduhan Politik” ( 2 )

Rakyat mahfum
kegaduhan tercipta dan diciptakan

Rakyat mahfumkan kegaduhan
kegaduhan ditabuh tuk kepentingan penabuh

Rakyat mahfum
akibat kegaduhan
rakyat  dikorbankan


“Kegaduhan Politik” ( 3 )

Politisi ciptakan kegaduhan politik
pastikan rakyat dikorbankan

Masihkah penabuh kegaduhan refleksi diri
hentikan kegaduhan politik?

Negeri pertiwi milik kita
berikan yang terbaik bagi rakyat pemilik Negeri

*) Edmundus GMS Sadipun
Maumere 05/10/2014

"Secuil Catatan untuk Wakil Rakyat"


Bangsamu,
Bangsaku

Negaramu,
Negaraku juga

Suaramu,
Suaraku juga

Suaraku,
Bukan atas nama Suara Rakyat
Aku bukan Wakil Rakyat

Suaraku,
Adalah Suara Rakyat
Aku adalah Rakyat

Jujur Ku katakan,
Suaraku adalah Suara Rakyat

Suaramu,
Suara Wakil Suara Rakyat

Katakanlah sejujurnya,
Suara Rakyat - Kata Hati Rakyat

Catat Hadirmu,
Atas nama Wakil Rakyat
Atas nama Suara Rakyat

Sekali lagi Ku katakan
Jangan pernah Abaikan Suara Rakyat - Kata Hati Rakyat

*) Edmundus GMS Sadipun
                                Maumere, 01/10/2014

Rabu, 22 Mei 2013

Pilkada Sikka Putaran 2 : PERTARUNGAN SARAT MAKNA



*) Sebuah Catatan Pinggir

PERHELATAN pesta demokrasi Pemilu Kada untuk memilih pemimpin daerah Sikka periode 2013-2018, putaran pertama telah berakhir. Dalam pertarungan 9 paket tersebut, hasilnya tujuh paket yang bertarung pada kesempatan itu terhempas. Yang menarik usai putaran pertama, putaran kedua Pilkada Sikka Akan digelar 23 Mei 2013, dan masyarakat pun dihadapkan pada kesempatan untuk menentukan pilihannya.
Berbagai Kiat-kiat telah mulai dilakukan oleh paket yang melaju dan bertarung dalam putaran yang paling seru dan menentukan. Semuanya-kiat- dilakukan oleh kandidat bersama tim sukses dari masing-masing paket. Untuk meraih simpati masyarakat dan lebih dari itu untuk meraih kemenangan.
Strategi pemenangan akan sangat menentukan keberhasilan dan kemenangan. Tidak bisa dipungkiri, bahwa pertarungan issu menjadi hal yang luar biasa untuk dimainkan dalam pertarungan. Memang dalam jagat politik khususnya perhelatan Pilkada, issue menjadi penting karena kekuatan issue menjadi bagian daya meraih simpati rakyat. Kepiawaian memainkan issu sedikit banyak akan berdampak pada keberhasilan meraih kemenangan. Bentang kondisi demikian, menempatkan rakyat pada posisi yang sangat penting.
***
MENARIK ada beberapa hal dari Pilkada Sikka putaran kedua, layak diletakkan sebagai cacatan ketika rakyat dihadapkan pada pilihan untuk menentukan pemimpinnya. Pertama, selain hanya ada dua pilihan kalah atau menang. Persaingan semakin ketat lantaran yang bertarungan hanya 2 paket. Karenanya kesalahan sedikit saja dalam menerapkan strategi dan issu maka kekalahan pasti diderita. Pada noktah ini Masyarakat akan semakin mudah untuk menentukan pilihannya. Namun pada lain dimensi masyarakat berada pada posisi yang sangat menentukan.
Kedua, hal yang layak menjadi catatan, rakyat diminta untuk lebih dewasa dalam menentukan pilihannya. Ringkasnya, dewasa dalam berpolitik. Karena ketika rakyat salah dalam menentukan pilihannya, hal demikian berdampak pada perjalanan kepemimpinan 5 tahun ke depan. Noktah ini, sejatinya hanya mengingatkan rakyat, agar tidak asal-asalan dalam memilih tetapi mencermati dan mempertimbangkan berbagai prasyarat/kriteria yang layak menjadi pemimpin mumpuni. Pasalnya, dalam masa Pilkada, akal-akalan politik senantiasa dilakukan guna meraih simpati rakyat. Karenanya dibutuhkan kehati-hatian dari rakyat ketika menentukan pilihannya.-
Ketiga, hal yang layak dipahami dan cermati adalah faktor kualitas kandidat menjadi sesuatu yang paling penting dan menentukan ketika masyarakat dihadapkan pada pilihan. Pertimbangan perlu disikapi sebelum menjatuhkan pilihan kepada paket/kandidat yang dianggap paling baik. Searah dengan itu, kualitas kandidat harus dicermati dari sisi integritas, kapabilitas, kompetensi, rekam jejak dan kepemimpinan serta moralitas selama ini. Cermati pula prestasi politik maupun prestasi pembangunan yang pernah dilakukan kandidat.
Siapakah yang bakal terhempas dan siapakah yang bakal meraih simpati masyarakat dan meraih kemenangan, sebuah ditentukan oleh rakyat. Rakyat bakal menentukan kemenangan dari paket yang menjadi pilihannya. Rakyat berada dalam posisi yang sangat menentukan. Karenanya rakyat diharapkan berpikir dan bertindak cerdas dalam menentukan pilihannya. Lagi pula rakyat diharapkan melakukan partisipasi dan tanggungjawab politik serta konsisten dalam menentukan pilihan.
*)Edmundus GMS Sadipun

Kamis, 25 April 2013

Pilkada Sikka Putaran 2: Sebuah Pertarungan Kepentingan



MOMENTUM Perhelatan Demokrasi tepatnya penyelenggaraan Pilkada Sikka yang berlangsung pada 18 Maret 2013 telah usai, namun masih menyisahkan satu kesempatan lagi dalam proses Pilkada Sikka putaran 2 yang bakal dilaksanakan 15 Mei.  Banyak hal yang berkembang sehubungan dengan pelaksanaan Pilkada Sikka, termasuk pertanyaan mengapa Pilkada Sikka harus berlangsung 2 putaran, kondisi ini sangat berbeda jauh dari harapan untuk menghemat biaya Pilkada, termasuk pula bagaimana sikap yang bakal diambil oleh pendukung dari paket yang terdepak dari putaran pertama. Bentangan riak noktah ini dicermati oleh Adrianus M.P. Say, pengamat politik dalam tulisannya berikut ini, yang dipublikasikan ke www.subusadipun.blogspot.com
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PILKADA Sikka telah terselenggara 18 Maret lalu, diikuti oleh 9 paket pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati. Hasil perhitungan perolehan suara ternyata tidak ada satupun paket yang mampu meraih suara diatas syarat 30 % dari suara sah. Akhirnya, harus digelar putaran kedua sebagai ajang bertarung paket perolehan suara terbanyak Pertama (Paket Alex-Idong No.4) versus paket perolehan suara terbanyak kedua (Paket Ansar No.9). Pertarungan yang kian mengerucut dan ketat antara kedua paket ini selanjutnya bakal menentukan paket terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sikka periode 2013-2018.
Jelang Pilkada putaran 2 pada 15 Mei mendatang, kini berkembang opini public, lantaran terdapat beda Kepentingan antara Pemilih versus Aturan. Dahulu ketika musim kampanye politik berlangsung para pemilih bertatap muka dengan sejumlah paket yang datang silih berganti. Dari pertemuan ke pertemuan masyarakat pemilih lalu membandingkan, mempertimbangkan berbagai tawaran politik dari masing-masing paket. Sejumput pertanyaan pun mengedepan dalam hati, Apakah bisa dipercaya? Apakah bisa diharap? Kemudian masyarakat pemilih menentukan pilihannya bersifat selektif dan final. Ringkas kata, kepentingan pemilih adalah memilih paket yang sehati dan sepikiran dengannya tentang mengolah dan menata Kabupaten Sikka.
Kepentingan adalah terkendalinya proses perolehan suara dari sejumlah paket menuju terpenuhi syarat capaian dukungan public diatas 30% dari suara sah. Noktah ini  menjadi dasar legitimasi kuasa politik bagi paket terpilih, tetapi manakala tidak tercapai maka harus digelar putaran kedua. Menyoroti, perihal eksitensi dan pilihan politik dari masyarakat pemilih dalam memasuki pilkada Sikka yang berlangsung 2 putaran. Hal yang tidak dapat dipungkiri adalah mengedepannya perbedaan kepentingan pemilih termasuk keleluasaaan pemilih versus aturan. Artinya, aturan menempatkan dan menilai pemilih secara umum memiliki kesamaan aspirasinya. Aturan menilai dan mendudukan kesamaan tawaran politik dari sejumlah paket.
Mungkin saja tidak menjadi soal bagi pemilih yang pada putaran pertama telah memilih paket no.4 dan paket no.9, karena pada putaran kedua nanti hanya sekedar memilih ulang. Begitu pula bagi pemilih  Golput (Golongan Putih) pada Pilkada 18 Maret lalu, pada Pilkada 15 Mei bisa secara bebas dan tanpa beban menentukan sikap memilih atau sebaliknya tidak memilih. Bagaimana dengan sikap para pemilih paket-paket no. 1-2-3-5-6-7-8 ?, pemilih ini tentunya memilih prinsip netral, tidak ikut memilih di TPS oleh karena Pilkada dianggap sudah selesai setelah paket dukungannya gagal bertarung. Sikap ini termasuk berpikir dan bertindak cerdas. Karena apabila ikut memilih pada Pilkada putaran kedua maka dapat disebut pilihan itu berstatus Pilihan Selingkuh yang dijamin Ilegal.
Pertanyaan reflektif yang dapat dikedepankan.  Apakah itu bisa dibenarkan perselingkuhan itu boleh terjadi di Republik Indonesia yang berfalsafah Pancasila dan menjunjung tinggi kemanusian yang adail dan beradab? Apakah perselingkuhan itu boleh–boleh saja karena dijamin legal dan bukan dinilai sebagai suatu kebiadaban politik? Sejumput tanya layak dijawab oleh segenap warga Kabupaten Sikka yang peduli Pilkada, termasuk lembaga penyelenggara pemilu dan lembaga pengawas pemilu maupun Tim Sukses paket yang bertarung pada Pilkada putaran 2. (*)